MINUT, INFONESIA24.COM – Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda, membawa pengalaman Minahasa Utara dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis ke panggung internasional. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam UCLG World Assembly yang berlangsung di Tangier, Maroko.

Keikutsertaan Joune Ganda menjadi kebanggaan tersendiri karena Minahasa Utara merupakan satu-satunya daerah dari Indonesia sekaligus kawasan Asia Pasifik yang berhasil masuk sebagai finalis UCLG Peace Prize, penghargaan bergengsi bagi pemerintah daerah yang dinilai berhasil mewujudkan perdamaian dan memperkuat kohesi sosial.
Dalam paparannya, Joune Ganda menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Minahasa Utara bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan utama dalam memperkokoh persatuan masyarakat.
“Keberagaman yang kami miliki bukan sesuatu yang memisahkan, melainkan modal sosial yang memperkuat persatuan. Perdamaian harus dibangun bersama melalui komitmen yang berkelanjutan dan kepercayaan antarwarga,” ujar Joune Ganda.

Ia menjelaskan, keberhasilan menjaga stabilitas sosial di Minahasa Utara tidak lepas dari kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat. Sinergi tersebut diwujudkan melalui penguatan moderasi beragama, dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan, hingga penyediaan ruang dialog yang inklusif.
Menurut Joune, tokoh agama memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus memperkuat kerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA).
“Komunikasi yang terjalin dengan baik menjadi kunci untuk mencegah munculnya gesekan sosial. Tokoh agama adalah mitra strategis pemerintah dalam menjaga kedamaian,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Minut secara konsisten mengalokasikan anggaran untuk mendukung program-program kerukunan, mulai dari pemberian insentif bagi rohaniwan, penguatan kelembagaan FKUB dan BKSAUA, hingga bantuan bagi rumah-rumah ibadah lintas agama.
Joune Ganda menilai investasi di bidang kerukunan tidak hanya berdampak pada terciptanya kehidupan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif menjadi daya tarik bagi investasi sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata, terutama dengan keberadaan Kawasan Ekonomi Pariwisata Likupang sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional.
“Menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah,” tegasnya.

Di hadapan para pemimpin daerah dari berbagai negara, Joune Ganda juga menekankan bahwa upaya membangun perdamaian harus dimulai dari pemerintah daerah melalui kebijakan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan seluruh masyarakat.
Partisipasi Minahasa Utara dalam UCLG World Assembly sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan di daerah kepada komunitas internasional, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di forum global. (jim














