PAPUA NUGINI, INFONESIA24.COM – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 turut dirasakan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di luar negeri. Salah satunya Rivo Florens Maramis, warga asal Minahasa, Sulawesi Utara, yang mendapat kehormatan menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Konsulat Republik Indonesia (KRI) Vanimo, Papua Nugini, Senin (17/8/2026).
Rivo dipercaya menjalankan tugas tersebut bersama dua rekannya, Patricia dan Schavert, yang juga berasal dari Sulawesi Utara. Ketiganya turut mengambil bagian dalam momentum bersejarah untuk mengibarkan Sang Merah Putih di tanah Papua Nugini.
Persiapan untuk menjalankan tugas tersebut telah dilakukan sejak Juli 2026. Berbagai tahapan latihan dijalani dengan penuh kesungguhan hingga akhirnya hari yang dinantikan tiba.
“Kami telah mempersiapkan semua ini dengan memulai latihan pada bulan Juli yang lalu. Semua tahap kami lewati dengan penuh rasa syukur dan dengan segala baik,” ungkap Rivo.
Pada pagi hari pelaksanaan upacara, kondisi cuaca di Vanimo terasa cukup dingin dan berangin. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Rivo bersama petugas upacara lainnya untuk menjalankan tugas.
Rivo mengaku menjadi bagian dari Paskibraka bukanlah pengalaman yang benar-benar baru baginya. Sejak duduk di bangku SMP hingga SMA, ia telah memiliki ketertarikan terhadap kegiatan pengibaran bendera.
“Ini bukan hal baru bagi saya. Sejak duduk di bangku SMP-SMA saya sangat senang ketika dipanggil atau ditunjuk sebagai tim Paskibra di sekolah,” tutur Rivo.
Upacara berlangsung sukses. Bendera Merah Putih berkibar dengan khidmat, disaksikan warga Indonesia yang berada di Vanimo. Setelah seluruh rangkaian tugas selesai, Rivo bersama pasukan mendapat kesempatan untuk beristirahat dengan perasaan haru sekaligus lega.
Bagi Rivo, pengalaman tersebut tidak hanya menjadi sebuah tugas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin dekat dengan sesama masyarakat Indonesia yang tinggal dan bekerja di Papua Nugini.
Menurutnya, ketika berada jauh dari tanah air, sesama warga Indonesia di perantauan dapat menjadi seperti keluarga yang saling mendukung dan membantu ketika menghadapi berbagai keadaan.
Rivo juga menilai ada banyak cara bagi masyarakat Indonesia di luar negeri untuk tetap menjaga kedekatan dengan tanah air. Kecintaan terhadap Indonesia dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti memainkan musik tradisional, menampilkan tarian tradisional hingga mengambil bagian dalam kegiatan Paskibraka.
Namun, menurutnya, nasionalisme tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang terlihat secara langsung. Keinginan dan niat untuk ikut membangun Indonesia ketika suatu saat kembali ke tanah air juga merupakan bentuk kecintaan terhadap bangsa.
“Bagi teman-teman yang ingin menjadi anggota Paskibra di luar negeri, ikutilah semua kegiatan dengan ikhlas dan hati terbuka. Pengalaman itu akan lebih manis ketika diingat kelak,” pesan Rivo.
Kisah Rivo menjadi gambaran bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang untuk terus menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia. Dari Vanimo, Papua Nugini, semangat kemerdekaan tetap berkobar dan Merah Putih tetap berkibar melalui tangan anak bangsa yang sedang mengabdi dan bekerja jauh dari tanah air. (***)














