PAPUA NUGINI, INFONESIA24.COM – Kawasan perbatasan Skouw–Wutung yang selama ini dikenal sebagai jalur lintas masyarakat antara Indonesia dan Papua Nugini (PNG), kini bersiap mencatat sejarah baru.
Pada 9 hingga 11 Oktober 2025, kawasan tersebut menjadi tuan rumah Pameran Dagang Perbatasan Indonesia–PNG 2025, sebuah kegiatan yang mengubah perbatasan menjadi ruang interaksi ekonomi dan diplomasi regional.
Pameran ini tidak hanya menampilkan produk dan potensi unggulan dari kedua negara, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan sosial, budaya, dan ekonomi antara masyarakat perbatasan.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Papua, Suzana Wanggai, menyebut pameran tersebut sebagai langkah nyata memperkuat posisi Papua sebagai jembatan Indonesia menuju kawasan Pasifik.
“Pameran ini bukan semata ajang jual beli. Ini tentang menciptakan peluang baru, mempererat persahabatan, dan menegaskan bahwa Papua adalah pintu gerbang menuju pasar Pasifik,” ujar Wanggai dalam keterangan persnya belum lama ini.
Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembangunan ekonomi perbatasan yang menempatkan Papua bukan di pinggiran, melainkan di garis depan perdagangan internasional.
Dengan letak geografis yang strategis dan potensi sumber daya yang melimpah, Papua diharapkan dapat menjadi simpul penting dalam rantai ekonomi antara Indonesia, Papua Nugini, dan negara-negara Pasifik lainnya.
Pameran Dagang Perbatasan Indonesia–PNG 2025 menjadi bukti bahwa kawasan timur Indonesia memiliki peran besar dalam memperkuat diplomasi ekonomi dan memperluas pengaruh Indonesia di kawasan Pasifik. (rfm)
Skip to content













