MANADO, INFONESIA24.COM – Perjalanan Gio Lelaki atau Giofanny Ellyandrian Agoes tidak hanya berhenti di panggung hiburan. Setelah dikenal publik sebagai salah satu finalis Indonesian Idol musim kedelapan pada 2014, penyanyi asal Sulawesi Utara itu kini memilih menggunakan popularitas dan ruang yang dimilikinya untuk bergerak di bidang sosial, khususnya membantu anak-anak usia sekolah yang putus sekolah maupun mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Yayasan GIO Lelaki Peduli, sebuah gerakan sosial dan kemanusiaan yang berfokus pada pendidikan, perlindungan anak, pendampingan korban perundungan, serta bantuan kemanusiaan.
Gio menyadari bahwa tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Karena itu, ia ingin hadir membantu mereka yang mengalami kendala agar tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan.
Melalui yayasan yang didirikannya, Gio memberikan perhatian terhadap anak-anak yang putus sekolah serta anak-anak dari keluarga yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan pendidikan. Bantuan yang diberikan antara lain berupa seragam dan perlengkapan sekolah, disertai pendampingan dan dukungan moral.
“Yayasan Gio Lelaki Peduli adalah yayasan yang berfokus pada anak-anak usia sekolah yang putus sekolah dan yang juga kesulitan untuk melengkapi kebutuhan sekolah,” demikian disampaikan Gio melalui unggahannya di media sosial.
Langkah tersebut menunjukkan perubahan fokus Gio dari panggung hiburan menuju panggung pengabdian. Jika sebelumnya sorotan publik tertuju pada suara dan penampilannya di atas panggung, kini ia berupaya menjadikan ruang publik yang dimilikinya sebagai sarana untuk mengangkat persoalan pendidikan dan membantu mereka yang membutuhkan.
Bagi Gio, kepedulian terhadap pendidikan bukan sekadar memberikan bantuan materi. Yayasan yang dibangunnya juga menempatkan pendampingan dan dukungan moral sebagai bagian penting dalam membantu anak-anak. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman sehingga anak-anak kembali memiliki semangat untuk belajar dan menggapai cita-cita.
Gio juga telah mengurus Yayasan GIO Lelaki Peduli dengan tujuan agar gerakan sosial tersebut dapat menjangkau lebih banyak anak putus sekolah yang membutuhkan bantuan.
Semangat yang dibawa Gio berangkat dari falsafah Minahasa “Si Tou Timou Tumou Tou”, yang dimaknai sebagai manusia hidup untuk menghidupkan manusia lainnya. Nilai tersebut menjadi landasan dalam gerakan sosial yang kini dijalankannya.
Dengan langkah tersebut, Gio Lelaki membuktikan bahwa panggung tidak selalu harus berbicara tentang popularitas. Setelah pernah berdiri di panggung Indonesian Idol dan dikenal melalui karya musiknya, kini ia memilih panggung yang berbeda yakni panggung kepedulian, tempat ia berupaya membuka kembali kesempatan bagi anak-anak yang kehilangan akses terhadap pendidikan.
Bagi Gio, membantu seorang anak kembali mendapatkan pendidikan berarti ikut membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.
“Dari panggung Idol hingga ke panggung sosial,” perjalanan Gio kini bukan hanya tentang mengejar mimpi pribadi, tetapi juga membantu anak-anak lain agar tetap memiliki kesempatan untuk mengejar mimpi mereka.
Adapun, Struktur Pengurus Yayasan Gio Lelaki Peduli ini yakni Pendiri Giofanny Ellyandrian Agoes, Pembina DR Evi Tuejeh – Dewantara, Ketua Steven Jacobus, Bendahara Dedy Silangen, Anggota Majesty Revita Lolowang dan Meiky Sujadi. (jim)














