PALU, INFONESIA24.COM – PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu menyerahkan bantuan sarana digitalisasi pendidikan sekaligus menggelar pelatihan bagi tenaga pendidik di SMA Negeri 2 Palu, Sulawesi Tengah.
Program ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi agar sekolah mampu beradaptasi dengan perkembangan era digital.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, mengatakan pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.
Menurutnya, melalui program TJSL, PLN ingin menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat dengan mendukung transformasi pendidikan yang modern, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Melalui program TJSL, PLN ingin menghadirkan nilai tambah (shared value) bagi masyarakat dengan mendukung transformasi pendidikan yang modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami berharap bantuan ini tidak hanya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, tetapi juga memperkuat sinergi antara PLN dan dunia pendidikan dalam mencetak generasi unggul masa depan,” ujar Usman.
Penyerahan bantuan yang berlangsung di Ruang Guru SMA Negeri 2 Palu dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Palu dan Sigi, Kristi Aria Pratama, S.H., M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri Manager PLN UP3 Palu Ansar, didampingi Assistant Manager Keuangan dan Umum Natallia Revianto, serta Kepala SMA Negeri 2 Palu Drs. Eddy Siswanto, M.Si., bersama jajaran guru.
Dalam kesempatan itu, PLN menyerahkan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran digital berupa 10 paket komputer (PC) lengkap, lima unit LCD proyektor, lima layar proyektor, serta dua unit speaker aktif.
Tak hanya menyediakan perangkat pendukung, PLN juga menggelar pelatihan bertajuk “Kegiatan Program Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Digitalisasi Pendidikan” dengan menghadirkan Syukri, S.Pd. sebagai narasumber. Pelatihan tersebut membekali para guru dengan kemampuan memanfaatkan teknologi digital, membuat media pembelajaran interaktif, hingga menerapkan metode mengajar berbasis perangkat digital.
Manager PLN UP3 Palu, Ansar, menegaskan bahwa kepedulian PLN tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan pasokan listrik yang andal, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.
“PLN tidak hanya bertanggung jawab menyediakan listrik yang andal, tetapi juga berkomitmen memberi manfaat yang lebih luas. Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin guru-guru terdorong menciptakan metode ajar yang inovatif dan efektif sehingga siswa-siswi di Sulawesi Tengah siap menjadi SDM yang unggul,” kata Ansar.
Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SMA Negeri 2 Palu, Drs. Eddy Siswanto, M.Si., menyampaikan bahwa perangkat digital beserta pelatihan yang diberikan akan sangat membantu sekolah dalam menghadirkan proses belajar mengajar yang lebih modern dan interaktif.
“Kami berharap kolaborasi baik bersama PLN ini dapat terus berlanjut demi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah kami,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Palu dan Sigi, Kristi Aria Pratama. Ia menilai dukungan dunia usaha seperti PLN sangat dibutuhkan untuk mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi di Sulawesi Tengah.
Program TJSL ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang Pendidikan Berkualitas. Sebagai perusahaan energi yang berorientasi pada keberlanjutan, PLN terus berupaya menjadi mitra pembangunan yang mendorong kemajuan pendidikan dan menciptakan generasi Indonesia yang unggul, adaptif, serta berdaya saing. (jim)














