Filosofi ‘Sitou Timou Tumou Tou’: Dasar Kepemimpinan SKDT untuk Sulawesi Utara

MINAHASA, INFONESIA24.COM –

Pasangan Calon Steven Kandouw dan Denny Tuejeh (SKDT) menutup Debat Kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara dengan penuh optimisme. Debat yang berlangsung di Wale Ne Tou, Tondano, Kabupaten Minahasa, pada Rabu (23/10/2024) itu menjadi panggung penegasan visi dan pengalaman kedua kandidat di hadapan publik.

Calon Wakil Gubernur Denny Tuejeh mendapat kesempatan menyampaikan pernyataan penutup. Ia menekankan bahwa masa jabatan gubernur atau wakil gubernur memang terbatas, tetapi dampaknya akan terasa panjang jika hanya diisi dengan retorika dan pencitraan semata.

“Tapi Steven Kandouw dan saya, Denny Tuejeh, sudah pernah mengalami proses pemerintahan. Steven bersama Olly selama sembilan tahun, dan saya walaupun hanya satu tahun delapan bulan, tetapi waktu itu terasa sangat sempit ketika dihabiskan dengan tulus dan ikhlas untuk membangun Sulawesi Utara yang kita cintai,” ujar Jenderal Bintang Tiga tersebut.

Menurutnya, kepemimpinan ODSK selama ini meninggalkan jejak capaian yang nyata dan diakui oleh pemerintah pusat. Berbagai penghargaan diraih, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun sektor lainnya, yang kerap menjadi perhatian publik dan media daerah, termasuk SULUTVIRAL.info.

Denny Tuejeh menegaskan bahwa capaian tersebut bukan akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Ia berharap apa yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan demi kemajuan daerah.

“Hari ini, saudara-saudara dan saya berada di sini untuk menentukan pilihan, dan kita tidak boleh salah memilih. Kesalahan dalam memilih memiliki dampak besar,” katanya, sembari mengingatkan bahwa masyarakat akan menitipkan masa depan Sulawesi Utara dengan keterbatasan APBD kepada salah satu dari tiga pasangan calon.

Ia juga menyoroti pentingnya rekam jejak dalam kepemimpinan. Menurutnya, banyak orang mampu berjanji, namun tidak semua bisa membuktikan hasil kerja. “Steven Kandouw sudah membuktikan hasil kerja, dan saya sendiri, walaupun hanya satu tahun delapan bulan, sudah pernah berbuat,” tegas mantan Pangdam XIII/Merdeka itu.

Pasangan SKDT menyatakan kesiapan untuk hadir sebagai pemimpin yang melayani. Mereka berkomitmen mengamalkan filosofi Sitou Timou Tumou Tou sebagai dasar membangun Sulawesi Utara yang lebih maju dan sejahtera.

“Berikan kami kesempatan untuk berbuat lebih. Tetap solid, tetap kompak, dan riang gembira menuju kemenangan bersama. Pada 27 November 2024, pilih nomor 3, SKADT, Sulut Kuat Anugerah dari Tuhan,” pungkasnya.

 (jim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *