BOLMUT, INFONESIA24.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Boroko menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, pihak sekolah, orang tua siswa, serta seluruh penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), atas ketidaknyamanan yang timbul akibat adanya laporan terkait menu MBG yang menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
Permohonan maaf tersebut disampaikan langsung Kepala SPPG Boroko, Kurvi Runtuwene, dalam konferensi pers yang digelar di halaman Kantor SPPG Boroko, Jumat (12/6/2026).
Dalam keterangannya, Kurvi menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan memastikan seluruh proses penyediaan makanan bergizi berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Atas nama SPPG Boroko, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, pihak sekolah, guru, orang tua, dan seluruh penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis atas ketidaknyamanan yang terjadi. Setiap masukan yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Kurvi.
Ia menjelaskan, setelah menerima laporan dari SDN 13 Kaidipang, tim SPPG Boroko segera melakukan pengecekan di lapangan sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya memastikan kondisi para siswa serta makanan yang telah didistribusikan.
Sebagai langkah cepat dan antisipatif, seluruh makanan dan bahan pangan yang telah disalurkan saat itu langsung ditarik kembali untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan guna menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh penerima manfaat.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Karena itu, begitu informasi diterima, kami langsung melakukan penanganan cepat dan menarik makanan yang telah didistribusikan untuk diperiksa lebih lanjut,” jelasnya.
Kurvi menambahkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap makanan yang menjadi sorotan, termasuk pengecekan kualitas serta uji rasa secara langsung. Berdasarkan hasil evaluasi internal, seluruh tahapan mulai dari proses pengolahan, penyimpanan hingga distribusi sebelumnya telah dilaksanakan sesuai prosedur yang ditetapkan.
Meski demikian, SPPG Boroko memilih menjadikan insiden tersebut sebagai momentum evaluasi untuk memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.
“Kami tidak ingin berfokus pada pembelaan diri. Yang terpenting adalah melakukan perbaikan dan memastikan sistem pengawasan semakin kuat agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Kurvi.
Ia juga menekankan bahwa insiden tersebut tidak mencerminkan keseluruhan kualitas pelayanan SPPG Boroko. Sebelumnya, SPPG Boroko berhasil meraih peringkat pertama tingkat Sulawesi Utara dalam penilaian kualitas menu dan penyajian makanan pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti komitmen SPPG Boroko dalam menghadirkan makanan yang sehat, bergizi, aman, dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Namun demikian, penghargaan tersebut tidak membuat pihaknya berpuas diri.
“Penghargaan yang kami raih merupakan motivasi untuk terus bekerja lebih baik. Kritik dan masukan dari masyarakat tetap kami terima dengan terbuka sebagai bagian dari proses perbaikan yang berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kurvi turut mengapresiasi pihak sekolah yang telah berkoordinasi secara cepat sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan. Ia menilai sinergi antara sekolah, orang tua, dan penyelenggara program menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara telah memberikan sejumlah rekomendasi teknis kepada SPPG Boroko sebagai langkah evaluasi dan pencegahan. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan pengawasan kualitas bahan baku, peningkatan sistem penyimpanan makanan, serta monitoring yang lebih ketat pada proses distribusi.
Menindaklanjuti hal tersebut, SPPG Boroko memastikan seluruh rekomendasi akan segera diterapkan guna memperkuat sistem kontrol mutu dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Program MBG.
“Kami berkomitmen melakukan evaluasi secara menyeluruh dan berkelanjutan. Semua rekomendasi dari Dinas Kesehatan, masukan dari pihak sekolah, serta aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian serius agar pelayanan MBG semakin baik dan memberikan manfaat optimal bagi anak-anak,” tutup Kurvi.
Dengan berbagai langkah evaluasi dan perbaikan yang tengah dilakukan, SPPG Boroko optimistis Program Makan Bergizi Gratis akan terus berjalan optimal sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas gizi, kesehatan, serta tumbuh kembang peserta didik di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. (rez)














