Tanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini, PLN Edukasi Siswa SMAN 3 Tuminting Manado Soal Bahaya Listrik

MANADO, INFONESIA24.COM – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Suluttenggo mengedukasi siswa di Kota Manado tentang bahaya listrik dan menanamkan budaya sadar keselamatan sejak dini.

“Kami menggelar Program PLN Goes To School di SMA Negeri 3 Tuminting, Manado,” kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo Usman Bangun, di Manado, Selasa.

Dia mengatakan kegiatan edukatif yang diusung oleh Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) ini bertujuan menanamkan pemahaman dan budaya sadar keselamatan ketenagalistrikan sejak usia sekolah.

Melalui pendekatan interaktif, lanjutnya, para siswa dibekali pemahaman mendasar mengenai potensi bahaya listrik, panduan pemanfaatan energi listrik secara aman, hingga langkah pencegahan kecelakaan akibat kelistrikan.

Edukasi ini juga mendorong kepedulian siswa terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, seperti larangan bermain dekat jaringan listrik, bahaya menyentuh alat listrik saat tangan basah, serta pentingnya melaporkan kondisi jaringan yang berpotensi membahayakan.

Usman menegaskan keterlibatan generasi muda merupakan kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dari risiko kelistrikan.

“Listrik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, namun pemanfaatan harus selalu diimbangi dengan kewaspadaan. Melalui PLN Goes To School, kami ingin menginternalisasi budaya safety first kepada generasi muda. Siswa tidak hanya kita bekali untuk menjaga diri sendiri, tetapi juga didorong menjadi duta keselamatan yang mampu mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ucap Usman.

Manager PLN UP2D Suluttenggo Muhammad Ariamuddin menyampaikan program tersebut merupakan investasi jangka panjang PLN dalam membangun masyarakat yang responsif dan sadar keselamatan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap materi yang disampaikan dapat membekali para siswa untuk lebih peka. Edukasi sejak dini seperti ini sangat krusial agar manfaat besar energi listrik dapat dirasakan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keamanannya,” ucapnya.

Perwakilan Tim K3L PLN UP2D Suluttenggo Lady Langkay menambahkan antusiasme pelajar dalam sesi diskusi menunjukkan tingginya kepedulian mereka terhadap materi K3L.

“Kami ingin edukasi ini berdampak panjang dan tidak berhenti di ruang kelas. Ketika para siswa mempraktikkan perilaku aman dan membagikan informasinya kepada orang-orang terdekat. Kita sedang mencegah potensi kecelakaan listrik pada masa depan,” kata Lady.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan tingginya partisipasi siswa dalam sesi tanya jawab seputar penggunaan listrik aman di rumah maupun sekolah. Melalui edukasi yang berkelanjutan ini, PLN UID Suluttenggo berkomitmen untuk terus hadir memupuk kesadaran masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang aman dan bebas dari bahaya listrik. (jim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *