MINAHASA, INFONESIA24.COM – Kontingen Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Minahasa tampil memukau pada Pesparani Katolik Daerah Pertama Tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang digelar sejak 17 hingga 22 November 2025.
Perhelatan yang dipusatkan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut dan Kompleks Persekolahan Suster Samrat Manado itu menjadi panggung pembuktian bagi Minahasa. Meski hanya menjalani persiapan singkat, kontingen ini tetap mampu menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang 1 medali emas dan 3 medali perak.
Ketua Umum LP3KD Minahasa, Rainier Dondokambey, menjelaskan bahwa persiapan kontingen terbilang sangat terbatas. Untuk kategori Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW) yang menjadi satu-satunya kategori paduan suara yang diikuti, pihaknya hanya memiliki waktu latihan sekitar dua pekan.
“Karena kemauan dan tekad yang kuat dari peserta, partisipasi aktif para pelatih dan pengurus LP3KD Minahasa, serta pertolongan Tuhan Yesus dan doa Bunda Maria, semua ini boleh terjadi,” ungkap Rainier penuh syukur.
Tantangan lebih besar bahkan dialami pada tiga kategori Mazmur, yakni Mazmur Anak, Mazmur OMK, dan Mazmur Dewasa, yang hanya berlatih sekitar tiga hari. Meski demikian, seluruhnya berhasil meraih juara dua atau medali perak.
“Puji Tuhan, untuk ketiga kategori ini kami boleh meraih juara dua. Suatu hal yang sangat kami syukuri,” tutur Rainier, yang akrab disapa Ain.
Rainier turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim pelatih, baik paduan suara maupun mazmur, serta seluruh peserta yang telah mempersembahkan performa terbaik.
“Terima kasih kepada para pelatih dan seluruh peserta yang sudah memberikan hasil terbaik,” tambah Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulut itu.
Dia pun berharap ke depan, terutama dalam persiapan menuju Pesparani tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Minahasa dapat memberikan perhatian lebih kepada LP3KD Minahasa yang telah membawa nama baik daerah di tingkat provinsi. (jim)













