MINUT, INFONESIA24.COM – Pemerintah dan masyarakat Desa Tontalete Rokrok, Kecamatan Kema, Minahasa Utara (Minut) menyampaikan apresiasi kepada Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung (JGKWL) atas pembangunan akses jalan yang menghubungkan Watudambo dengan Tontalete Rokrok. Infrastruktur ini langsung memberi dampak nyata bagi aktivitas warga, terutama petani dan pelaku distribusi material.
Pembangunan jalan tersebut menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini bergantung pada akses terbatas dan kondisi medan yang sulit. Sebelum proyek ini terealisasi, warga kerap menghadapi kendala serius, terutama saat musim hujan yang membuat jalur menjadi licin dan sulit dilalui. Bahkan, persoalan jalan rusak di wilayah Minahasa Utara sudah lama menjadi perhatian masyarakat di berbagai kecamatan.
Nikson Lombo, seorang petani setempat, mengaku kini aktivitas menuju kebun menjadi jauh lebih mudah dan efisien. Ia tidak lagi harus mengeluarkan tenaga ekstra hanya untuk melewati jalur yang sebelumnya rusak dan berbahaya.
“Kami sebagai petani merasa bangga dan senang. Kami orang kebun mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati. Tuhan memberkati,” ujar Nikson.
Menurutnya, akses jalan yang baik tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga meningkatkan produktivitas. Hasil pertanian kini dapat diangkut dengan lebih cepat, sehingga kualitas tetap terjaga saat sampai di pasar.
Hal serupa disampaikan para sopir dump truck yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Mereka menilai kondisi jalan yang lebih baik berdampak langsung pada biaya operasional, terutama dalam mengurangi kerusakan kendaraan.
“Kami sangat berterima kasih karena jalan ini sangat membantu mengurangi kerusakan kendaraan kami setiap kali mengangkut material,” ungkap sejumlah sopir.
Perbaikan akses jalan ini juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa. Dengan konektivitas yang semakin baik, distribusi barang menjadi lebih lancar dan biaya logistik dapat ditekan. Kondisi ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih merata, terutama di wilayah pedesaan.
Langkah pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan. Konsep ini terlihat dalam berbagai kebijakan, termasuk penguatan desa sebagai poros pertumbuhan ekonomi yang terus didorong di Minahasa Utara.
Tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, pemerintah daerah juga aktif memastikan program-program strategis berjalan optimal. Hal ini terlihat dari berbagai upaya koordinasi lintas sektor yang juga menjadi perhatian dalam berbagai laporan di beranda MediaSulut.id, guna memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Warga berharap pembangunan seperti ini dapat terus berlanjut di wilayah lain yang masih membutuhkan perhatian. Mereka menilai, kehadiran infrastruktur yang memadai bukan hanya soal akses, tetapi juga menyangkut peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh.
Dengan adanya jalan yang layak, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau. Pemerintah daerah pun diharapkan tetap konsisten dalam menjaga kualitas pembangunan serta memastikan pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok desa. (jim)













