BITUNG, INFONESIA24.COM – Suasana pagi Idul Adha 1446 Hijriah di Kota Bitung terasa penuh kehangatan dan kebersamaan. Dari pelataran pusat kota, gema takbir mengiringi langkah ribuan jamaah yang berkumpul untuk melaksanakan salat Idul Adha bersama, pada Jumat (6/6/2025).

Di tengah momen penuh makna itu, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, menyampaikan pesan mendalam tentang arti sesungguhnya dari Idul Adha. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan hari raya kurban sebagai kesempatan untuk menumbuhkan rasa peduli dan mempererat hubungan antarwarga.
“Idul Adha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban, melainkan cerminan dari semangat berbagi dan penghormatan kepada sesama tanpa memandang latar belakang,” ujar Hengky dalam sambutannya, Jumat pagi.

Menurutnya, nilai kurban adalah simbol kemanusiaan dan solidaritas. Melalui pembagian daging kurban, masyarakat diajak untuk menghidupkan kepedulian sosial dan memperkuat rasa gotong royong.
“Setiap daging yang dibagikan bukan hanya makanan, tapi pesan kemanusiaan agar kita tidak melupakan mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Hengky juga mengingatkan kembali makna spiritual dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail yang menjadi teladan ketaatan dan keikhlasan. Ia menegaskan bahwa pengorbanan yang dilakukan dengan niat tulus demi kepentingan bersama adalah bentuk ibadah yang sejati.

“Kepedulian sosial, keadilan, dan perdamaian adalah wujud nyata dari nilai-nilai Idul Adha yang harus kita jaga,” tegasnya.
Wali Kota Hengky turut mengajak seluruh warga untuk mendoakan para jamaah haji asal Bitung yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci, agar diberi keselamatan dan kembali membawa keberkahan bagi daerahnya.
Lebih jauh, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bitung untuk terus menumbuhkan harmoni di tengah keberagaman. Melalui visi “Harmonisasi Menuju Bitung Maju,” pemerintah berupaya menjadikan nilai toleransi dan gotong royong sebagai fondasi pembangunan.

“Semoga semangat kurban, keikhlasan, dan kebersamaan selalu hidup dalam keseharian kita. Bersama, kita bangun Kota Bitung yang aman, damai, dan semakin maju,” tutup Hengky.
Peringatan Idul Adha tahun ini bukan hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga perayaan kemanusiaan yang mempertegas identitas Kota Bitung sebagai kota yang rukun, inklusif, dan penuh kepedulian. (tya)













