MINUT, INFONESIA24.COM – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil melampaui target nasional dalam cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal ini terungkap dalam Forum Komunikasi Strategi Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) yang digelar di ruang rapat Sekda Minut, pada Rabu (14/5/2025).
Berdasarkan data terbaru, jumlah peserta aktif JKN di Minut melonjak tajam dari 29.842 jiwa pada 2023 menjadi 546.636 jiwa di tahun 2024. Tak hanya itu, hingga Maret 2025 tercatat sebanyak 3,2 juta pemanfaatan JKN dengan rata-rata harian mencapai 1.489 peserta, naik signifikan dari sebelumnya 82 orang per hari.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Manado, Betsy M.O Roeroe, menjelaskan bahwa keaktifan peserta JKN di Minut per 1 April 2025 telah mencapai 87,35 persen. “Dari total 227.713 penduduk, sebanyak 227.000 telah terdaftar sebagai peserta aktif JKN,” ungkapnya.
Capaian ini menempatkan Minut sebagai daerah dengan status UHC Non-Cut Off, yakni cakupan peserta JKN di atas 98 persen dengan tingkat keaktifan lebih dari 80 persen. Dengan predikat tersebut, setiap usulan pendaftaran peserta JKN yang ditanggung pemerintah akan langsung aktif tanpa perlu menunggu masa verifikasi selama 14 hari, sesuai dengan Perpres No. 82 Tahun 2018.
“Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bersama masyarakat dalam memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas,” tambah Betsy.
Program UHC “Non Cut Off” yang diinisiasi oleh Pemkab Minut telah memberikan kemudahan akses layanan kesehatan yang lebih terjangkau bagi seluruh warga. Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, melalui Kepala Dinas Kesehatan Stella Safitry, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan di Minut. “Kami telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp27 miliar per tahun guna membantu warga kurang mampu membayar iuran JKN,” ujarnya.
Berkat keberhasilan ini, Bupati Joune Ganda menerima penghargaan UHC Award Program JKN 2023. Minut juga menjadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Utara yang mencapai 100 persen realisasi penyetoran iuran JKN secara tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat akun sepanjang tahun 2024. (jim)
Skip to content













