MINUT, INFONESIA24.COM – Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda, secara resmi membuka acara bertajuk Kolintang Membumi, Kolintang Mendunia yang berlangsung di Rumah Kolintang, Desa Lembean, Sabtu (10/5/2025).
Acara ini menjadi momentum penting dalam melestarikan dan mempromosikan alat musik tradisional Kolintang sebagai bagian dari identitas budaya Minahasa.
Pembukaan ditandai dengan penampilan Tarian Lili Royor, yang tak hanya memukau, namun juga mempererat kebersamaan warga serta memperkaya nilai budaya lokal.
Ketua Panitia, Stave Tuwaidan, menyampaikan apresiasinya terhadap komunitas Fantastik Prima Vista (FPV) yang turut berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Ia juga menceritakan bagaimana lokasi Rumah Kolintang yang sebelumnya semak belukar, kini bisa menjadi pusat kegiatan budaya hanya dalam waktu tiga bulan pengerjaan.
“Hari ini hadir group-group Kolintang luar biasa dari tingkat SD dan SMP se-Sulawesi Utara yang akan berlomba. Ini bukti nyata dukungan dari Pemkab Minut dan PINGKAN Indonesia,” ujar Stave.
Bupati Joune Ganda dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya karena Minahasa Utara menjadi daerah asal alat musik Kolintang. Ia memberikan apresiasi kepada Ketua Umum PINGKAN Indonesia, Penny Marsetio, atas perjuangannya menjadikan Kolintang sebagai warisan budaya dunia UNESCO.
“Sebagai wujud komitmen, Pemda Minut rutin menyalurkan Kolintang gratis kepada sanggar seni dan instansi terkait sebagai bentuk pelestarian budaya,” ungkapnya.
Acara ini juga dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Duta Besar RI untuk UNESCO Prof. DR. Is Munandar, Ketua Umum PINGKAN Indonesia Penny Iriyana Marsetio, musisi nasional Frangky Raden dan Dwiki Darmawan, serta jajaran pejabat daerah.
Dengan penuh semangat, Bupati Joune Ganda menutup sambutannya dengan pernyataan resmi membuka Kompetisi Kolintang, seraya berharap kegiatan ini berjalan lancar dan sukses. (jim)
Skip to content













