BOLTARA, INFONESIA24.COM – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena, secara resmi meluncurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tombolango, yang dipusatkan di SD Negeri 4 Kecamatan Sangkub, Senin (26/01/2026).
Peluncuran program MBG ini menandai kesiapan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dalam mengimplementasikan program strategis nasional di bidang pemenuhan gizi anak. Pada kesempatan tersebut, Bupati Sirajudin Lasena turun langsung meninjau pelaksanaan launching, didampingi oleh Wakil Bupati Mohammad Aditya Pontoh.
Dalam sambutannya, Bupati Sirajudin menyampaikan bahwa Program MBG telah lebih dulu berjalan di sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Utara. Namun, Kabupaten Boltara baru mulai mengimplementasikannya tahun ini.
“Boltara memang baru memulai, tetapi bulan depan kami pastikan pelaksanaannya sudah berjalan maksimal,” ujar Sirajudin.
Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan MBG agar program berjalan optimal serta terhindar dari kesalahan teknis, khususnya yang disebabkan oleh human error.
“Pelaksanaannya harus sangat hati-hati dan terkoordinasi dengan baik,” tegasnya.
Menurut Sirajudin, berbagai persoalan yang sempat terjadi dalam pelaksanaan MBG di daerah lain tidak boleh terulang di Boltara. Ia menekankan bahwa MBG bukan sekadar program makan gratis, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun generasi emas melalui pemenuhan gizi sejak usia dini.
“Ini bukan sekadar program makan. Di dalamnya ada standar gizi, keamanan pangan, kehalalan, hingga tata kelola distribusi. Saya tegaskan, saya tidak menginginkan di wilayah Boltara terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan sebagaimana pernah terjadi di beberapa daerah lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sirajudin menambahkan bahwa seluruh rantai pasok, mulai dari bahan baku hingga makanan yang disajikan kepada para siswa, harus diawasi secara ketat. Setiap bahan pangan wajib diperiksa, diolah secara higienis, dan didistribusikan dengan benar agar kualitas gizi tetap terjaga serta aman untuk dikonsumsi.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak, program MBG juga diharapkan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal.
“Program ini menjadi peluang besar bagi petani, nelayan, dan peternak lokal di Boltara. Seluruh bahan pangan diambil dari daerah dengan harga yang ditetapkan sesuai harga pasar,” pungkasnya. (rez)














