Iman yang Bertumbuh di Tanah Transmigrasi: Kisah Paroki St. Anthony of Padua, Vanimo

PAPUA NUGINI, INFONESIA24.COM – Suara doa bergema dari sebuah gereja sederhana di Paroki St. Anthony of Padua Transmiter, Keuskupan Vanimo, Papua Nugini.

Minggu (21/09/2025), umat Katolik di paroki ini berkumpul untuk merayakan Hari Minggu Biasa ke-XXV (Tahun C). Meskipun bangunan gereja masih sederhana, semangat iman umat tetap membara.

Sebelum misa dimulai, Pater Rafael, CP, tak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Dengan penuh syukur, ia menuturkan perjalanan panjang karya Ordo Passionis di Papua Nugini. “Kami sudah berkarya di tanah ini selama 68 tahun. Iman Katolik di sini tumbuh dengan sangat baik dan pesat,” ucapnya.

Paroki ini dihuni sekitar 150 jiwa. Mereka umumnya berasal dari keluarga transmigran yang turun dari pegunungan menuju kota Vanimo. Dengan penuh kerja keras, mereka mencari nafkah dari hasil kebun, menjual sayur-mayur di pasar, sambil membangun kehidupan rohani di tanah rantau. Kehadiran Gereja Katolik menjadi pusat pengharapan dan kekuatan bagi mereka.

Matthew, salah seorang umat, berbagi kisah sederhana namun penuh makna. “Kami sangat bersyukur setiap minggu bisa ikut misa. Tapi kami juga berharap suatu saat bisa memiliki gereja yang lebih layak,” ujarnya dengan senyum penuh harapan.

Di tengah kesederhanaan, paroki ini menjadi saksi nyata bagaimana iman dapat bertumbuh, mengakar, dan memberi pengharapan. Suasana misa bukan hanya sekadar ritual, melainkan sebuah perayaan iman yang menyatukan umat dalam kebersamaan dan doa.

Writer: RivoEditor: Jimry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *