BPMP Sulut dan Komunitas Rafael Satukan Langkah Demi Anak Disabilitas

SULUT, INFONESIA24.COM – Sebuah langkah monumental untuk kemajuan pendidikan bagi anak disabilitas di Sulawesi Utara telah diukir. Bertempat di Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, Pineleng, Kabupaten Minahasa, pada Senin (22/9/2025), sebuah sinergi strategis terjalin antara BPMP Sulut dan Komunitas Rafael, sebuah organisasi yang menjadi wadah pendamping dan pemerhati martabat kaum disabilitas.

Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama untuk mengakselerasi mutu pendidikan, khususnya di lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB), melalui inovasi dan kolaborasi yang terencana. BPMP Sulut, di bawah kepemimpinan Kepala Balai, Febry H. J. Dien, S.T., M.Inf.Tech (Man), memberikan dukungan penuh kepada Komunitas Rafael untuk menjadi mitra penggerak literasi, baik dalam aspek baca-tulis maupun melalui program inovatif ‘Digital Camping Pendidikan’

“Kami sangat menyambut baik kehadiran Komunitas Rafael sebagai rekan pendamping yang tentu peduli terhadap kemajuan pendidikan,” ujar Febry H. J. Dien, seraya menegaskan akan selalu mensupport komunitas dalam inovasi dan kolaborasi.

Dukungan ini menjadi fondasi bagi sebuah agenda besar yang akan datang. Pada bulan Oktober mendatang, kedua pihak akan berkolaborasi menyelenggarakan sebuah forum edukasi akbar yang menargetkan seluruh kepala sekolah dan guru SLB se-Sulawesi Utara.

Mengusung tema “Membedah Reputasi Sekolah Luar Biasa di Sulawesi Utara”, acara ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga untuk mengubah paradigma dan mengangkat citra SLB di mata publik.

Founder Komunitas Rafael, Dr.(Can) Heidi Kristian Repi, S.Pd.,Gr.,M.Pd, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap fenomena yang dihadapi kaum disabilitas di daerah ini. “Banyak hal yang perlu mendapat pendampingan, mulai dari aspek inovasi pendidikan, kepedulian masyarakat, penguatan aspek hukum, hingga pengakuan terhadap masa depan pekerjaan mereka,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar advokasi, Komunitas Rafael secara aktif mendorong budaya literasi yang produktif. Inisiatif mereka tidak berhenti pada penyediaan perpustakaan atau ‘lapak literasi’, tetapi menyentuh esensi yang lebih dalam: memberdayakan sumber daya manusia di Sulawesi Utara untuk melahirkan karya tulis yang diakui dan berkualitas.

Kolaborasi antara BPMP Sulut dan Komunitas Rafael ini menandai era baru kepedulian terhadap pendidikan inklusif di Sulawesi Utara. Acara di bulan Oktober nanti akan menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan yang puncaknya adalah perayaan Hari Disabilitas Internasional, yang digagas sepenuhnya oleh Komunitas Rafael sebagai wadah utama yang menyuarakan kepentingan kaum disabilitas. Dengan dukungan media lokal dan penggiat media sosial, gaung gerakan ini diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *