MINSEL, INFONESIA24.COM – Demokrasi yang sehat membutuhkan proses pencalonan yang transparan, tahapan kampanye yang adil, serta pengelolaan dana kampanye yang akuntable.
Prinsip-prinsip inilah yang menjadi fokus utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Minahasa Selatan, yang berlangsung di Aula Kantor KPU Minsel, Kamis (28/8/2025).
Mengusung tema Kajian Teknis Tahapan Pencalonan, Kampanye, dan Dana Kampanye dalam Pemilu dan Pemilihan di Kabupaten Minahasa Selatan, FGD ini menghadirkan narasumber yang kompeten. Tiga pembicara utama yakni Komisioner KPU Provinsi Sulut Meidy Y. Tinangon, Anggota KPU Minsel Hanny J. Porajow, serta Anggota Bawaslu Minsel La Ode Irwan Bulama.
FGD tersebut juga dihadiri langsung oleh Ketua KPU Minsel Tomy Moga bersama jajaran anggota, diantaranya Fadly Munaiseche, Fauzan Sirambang, Sriwulan J.C. Suot, serta Sekretaris KPU Minsel, Lani L.A. Alou. Kehadiran mereka menambah bobot diskusi yang berjalan interaktif dan konstruktif.
Selain penyelenggara pemilu, forum ini juga melibatkan berbagai organisasi kepemudaan, diantaranya KNPI, Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda GMIM, Pemuda Katolik, Pemuda GPDI, Pemuda KGPM, Pemuda GMAHK, PA GMNI, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), hingga Ikatan Alumni PMII. Dengan keterlibatan lintas organisasi, suasana diskusi terasa dinamis karena setiap perwakilan membawa perspektif masing-masing.
Dalam pemaparannya, Komisioner KPU Sulut Meidy Y. Tinangon menyoroti pentingnya Keadilan Elektoral, mencakup cara dan mekanisme untuk memastikan bahwa setiap tindakan, prosedur dan keputusan yang terkait dengan proses Pemilu sejalan dengan hukum yakni konstitusi, undang-undang, instrumen dan perjanjian internasional.
“Melindungi atau memulihkan pelaksanaan hak elektoral, memberi orang yang merasa hak elektoralnya telah dilanggar, untuk memiliki kemampuan mengajukan keluhan/gugatan mendapatkan pemeriksaan dan menerima putusan,” ungkap mantan Ketua DPD GAMKI Sulut ini.
Sementara itu, Ketua DPC GAMKI Minsel Andre Rumopa, FGD ini digelar dalam rangka berbagi pengetahuan dan pengalaman, mengenai kajian teknis tahapan pencalonan, kampanye, dan dana kampanye. “Sekaligus merumuskan solusi untuk meningkatkan kualitas demokrasi,” ujarnya.
Usai pemaparan dari ketiga narasumber, diskusi dilanjutkan dengan sesi tanggapan dari masing-masing pimpinan organisasi kepemudaan yang hadir.
Sekretaris Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik Minsel Denny Wowor menyambut baik dan mengapresiasi FGD yang digelar DPC GAMKI Minsel. “Kegiatan ini penting dalam rangka penguatan kapasitas, serta upaya untuk mewujudkan Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah yang berkualitas dan berintegritas,” tutupnya.
Melalui FGD ini, GAMKI Minsel berupaya menegaskan peran aktif pemuda dalam menjaga nilai-nilai demokrasi. Diskusi yang diwarnai tukar pikiran dan komitmen bersama tersebut menjadi langkah nyata menuju proses demokrasi yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel di Minahasa Selatan. (jim)













