TOMOHON, INFONESIA24.COM – Seorang pemilik kendaraan jenis Suzuki APV Arena Luxury tahun 2013 DB 1422 CC, Devis Sangki, melaporkan adanya dugaan kejanggalan dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Walian, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kejadian ini terjadi pada Jumat pagi, 16 Mei 2025, sekitar pukul 09.29 WITA.
Menurut keterangan pemilik, kendaraan saat itu dikendarai oleh pekerjanya yang hendak mengisi bensin dengan perintah “isi full tank.” Saat pengisian dimulai, posisi indikator BBM pada kendaraan menunjukkan lampu menyala dan jarum berada di garis E.
“Pengisian dimulai dari angka nol seperti biasa, namun saat pengisian mendekati angka 40 liter atau sekitar Rp400.000, orang kerja saya merasa janggal karena pengisian belum berhenti, padahal biasanya tangki sudah penuh pada angka tersebut,” beber Devis, warga Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan.
Pekerja lantas meminta operator SPBU menghentikan pengisian pada angka 47 liter atau Rp470.000 dan meminta struk sebagai bukti. Merasa ada yang tidak wajar, kejadian ini langsung dilaporkan kepada pemilik kendaraan dan bersama-sama mereka kembali ke SPBU untuk mengkonfirmasi.
Pihak SPBU menyarankan untuk menguras tangki sebagai langkah pengecekan. Setelah dikuras hingga kosong, tangki diisi kembali sebanyak 9 liter untuk menyamakan posisi indikator seperti saat kejadian awal. Kendaraan kemudian diisi ulang secara penuh di SPBU Kaaten, dan hanya terisi sebanyak 40,2 liter atau Rp402.000. Petugas SPBU Kaaten memastikan bahwa tangki sudah penuh dan tidak bisa diisi lebih lagi.
Setelah pengisian di SPBU Kaaten, pemilik kendaraan kembali ke SPBU Walian untuk menunjukkan rekaman video dan menjelaskan kronologi kepada petugas shift baru. Pihak SPBU Walian kemudian bersepakat untuk menanggung biaya pengurasan tangki dan akan mengonfirmasi lebih lanjut kepada petugas yang bertugas saat kejadian.
Namun hingga Rabu, 21 Mei 2025 pukul 13.00 WITA, belum ada kejelasan dari pihak SPBU, meski pemilik sudah meninggalkan nomor kontak. Pada Kamis sore, 22 Mei 2025, pemilik akhirnya bertemu dengan koordinator SPBU, namun setelah sekitar 40 menit berdiskusi, belum ada penyelesaian yang memuaskan.
Pemilik kendaraan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Call Center Pertamina di nomor 135. “Ya, saya sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak Pertamina,” tukas Devis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU Walian belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian volume pengisian BBM tersebut. (jim)
Skip to content













