Festival ‘Mambu na Garamut’ Meriahkan Perayaan Menuju 50 Tahun Kemerdekaan Papua Nugini

PAPUA NUGINI, INFONESIA24.COM – Gema ritmis drum Garamut dan pertunjukan seni tradisional memenuhi udara Wewak ketika Presiden Dewan Pembina Museum dan Galeri Seni Nasional Papua Nugini, Terence Moka, secara resmi meluncurkan Festival “Mambu na Garamut” ke-20 pada Kamis (11/9/2025).

Festival ini digelar sebagai bagian dari perayaan menjelang HUT Kemerdekaan Papua Nugini ke-50. Ajang budaya tahunan tersebut menjadi simbol kebanggaan akan warisan bangsa sekaligus ketahanan masyarakat yang beragam di negeri ini.

Dalam sambutannya, Moka menekankan pentingnya festival dalam melestarikan pengetahuan, seni, dan identitas tradisional.
“Memasuki usia ke-50, inilah saatnya kita merenung, berterima kasih kepada para leluhur, dan mengambil hikmah dari jejak yang mereka tinggalkan. Kita harus terus sejahtera, didukung oleh warisan budaya yang kuat,” ujarnya.

Moka juga mengajak generasi muda untuk merangkul identitas budaya mereka. Ia menegaskan, masa depan tradisi Papua Nugini bergantung pada partisipasi aktif generasi penerus.
“Budaya bukan sekadar kenangan—budaya adalah fondasi, kompas, dan kekuatan kita,” tegasnya.

Festival Mambu na Garamut, yang kini memasuki tahun ke-20, telah berkembang menjadi perayaan seni, tradisi lisan, dan praktik upacara Sepik yang diakui secara nasional. Tahun ini, festival menghadirkan pertunjukan, pameran, dan sesi mendongeng dari berbagai wilayah, dengan penghormatan khusus kepada para tetua dan pelestari budaya.

Peluncuran festival turut dihadiri pemimpin lokal, seniman, serta masyarakat setempat yang menegaskan komitmen mereka menjadikan HUT ke-50 sebagai momentum persatuan dan kebanggaan budaya.

Seiring bangsa ini bersiap memperingati lima dekade kemerdekaan, festival ini menjadi pengingat bahwa masa depan Papua Nugini berakar kuat pada warisan leluhur yang tak ternilai.

Writer: RivoEditor: Jimry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *