Ratusan Lulusan SMK Sulut Siap Magang ke Jepang, Pulang Kampung Bisa Jadi ‘Caleg’

SULUT, INFONESIA24.COM – Sebanyak 415 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sulawesi Utara dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti Pelatihan Budaya dan Bahasa Jepang, sebagai persiapan kerja magang di Negeri Sakura. Program ini difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sulut.

Para peserta yang lulus diundang untuk menandatangani pernyataan bermaterai bersama orang tua atau wali, bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Selasa (12/8/2025).

Saat membuka kegiatan, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE melalui Asisten I Setda Provinsi, Denny Mangala, memberikan apresiasi kepada peserta terpilih. Ia menekankan bahwa program ini adalah langkah tepat dan aman dibanding tawaran kerja ilegal di luar negeri.

“Mohon maaf, ada saudara-saudara kita yang terbujuk rayu bekerja secara ilegal di beberapa negara tetangga. Setibanya di sana, paspor dan handphone disita, lalu dipaksa bekerja sebagai scammer atau di judi online. Bahkan ada yang diperlakukan tidak manusiawi, dan hingga kini sudah tujuh warga Sulut meninggal di sana,” ungkapnya.

Mangala menegaskan, Pemprov Sulut bersama Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay berkomitmen melindungi warganya dengan menyediakan akses kerja yang legal, layak, dan bergaji baik. Ia mengingatkan peserta untuk serius mempelajari bahasa Jepang dan terlebih memahami budaya disana.

“Bahasa adalah modal utama komunikasi. Para Sensei yang disiapkan juga dalam pelatihan nanti adalah yang terbaik. Budaya juga penting, karena orang Manado dan Jepang berbeda. Serta, disiplin adalah kunci,” ujarnya.

Program ini sebelumnya telah memberangkatkan 459 peserta. Berdasarkan pengecekan langsung di Jepang pada 2023 lalu, para pekerja magang mendapatkan tempat tinggal dan konsumsi bergizi yang disediakan perusahaan. Gaji awal mencapai Rp22,5 juta per bulan, dan setelah dua tahun bisa meningkat menjadi Rp25 juta.

“Kalau dikalkulasikan, selama bekerja di Jepang bisa mendapatkan miliaran rupiah. Jadi, kalau nanti pulang kampung, sudah punya modal untuk maju jadi caleg,” canda Mangala yang disambut tawa peserta.

Sebelumnya, dalam penyampaian laporan kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Femmy Suluh melalui Kepala Bidang SMK Vecky Pangkerego menjelaskan, bahwa dari 1.776 pendaftar, sebanyak 415 orang dinyatakan lulus. “Kuota sebenarnya adalah 450 peserta. Ada beberapa tambahan untuk melengkapi kuota, sedangkan pada seleksi kali lalu diikuti 470 peserta,” jelasnya.

Ia menambahkan, peserta akan dipetakan sesuai domisili dengan lokasi pelatihan di Tondano, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Bitung, Manado, serta fasilitas berasrama di BPSDM dan BLK bagi peserta dari Bolmong Raya maupun kepulauan. (jim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *