MANADO, INFONESIA24.COM – Organisasi Kepemudaan (OKP) Lintas Iman Sulawesi Utara yang terdiri dari elemen pemuda lintas agama dan kepercayaan menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi sosial, politik, dan keamanan nasional, khususnya di Sulut.
Dalam pernyataan itu, mereka menegaskan keprihatinan mendalam atas kondisi yang berkembang. Menurut mereka, Bumi Nyiur Melambai dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, namun dinamika nasional turut memberi dampak di daerah.
Sehubungan dengan hal tersebut, OKP Lintas Iman Sulut menyatakan:
1. Kami menyampaikan doa, simpati, dan dukacita mendalam kepada korban luka maupun jiwa akibat aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa daerah. Setiap nyawa adalah berharga, dan tidak ada satu pun yang seharusnya hilang dalam proses demokrasi.
2. Kami mendukung penuh kebebasan masyarakat Sulawesi Utara untuk menyampaikan aspirasi sesuai konstitusi, namun mengajak seluruh elemen agar mengutamakan kedamaian, ketertiban, dan menjauhkan diri dari provokasi serta tindakan anarkis yang merugikan masyarakat sendiri.
3. Kami mendesak Pemerintah Daerah maupun DPRD di Sulawesi Utara untuk sungguh-sungguh mendengar, menampung, berdialog dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Kebijakan publik harus berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan sekadar memenuhi kepentingan politik sesaat.
4. Kami menghimbau Polri dan TNI di Sulawesi Utara untuk mengedepankan pendekatan humanis, terukur, dan tidak represif dalam mengawal aksi masyarakat, serta menindak tegas pihak-pihak yang memprovokasi kerusuhan, perusakan, dan penjarahan. Ingat kendati berbeda namun kita tetap saudara dalam kemanusiaan.
5. Kami menginstruksikan seluruh kader OKP lintas iman di Sulawesi Utara untuk aktif menjadi penyejuk, membangun ruang dialog, menjaga fasilitas umum, serta membantu masyarakat agar tetap kuat dan kompak dalam menghadapi situasi krusial.
6. Kami berkomitmen untuk terus menjaga Sulawesi Utara tetap kondusif, menjadi garda terdepan dalam membangun persaudaraan sejati, serta mengawal demokrasi yang sehat demi persatuan Indonesia.
7. Menghimbau masyarakat Sulawesi Utara untuk lebih bijaksana dalam menerima dan menyebarkan informasi diruang digital. Mari jaga ruang digital secara bertanggung jawab tanpa menyebarkan kebencian serta menjaga Sulawesi Utara agar tetap menjadi tanah yang damai, harmonis, dan sejahtera bagi semua, tanpa memandang latar belakang agama maupun keyakinan.
Adapun, para pimpinan OKP lintas iman Sulut, yakni Ketum PW GP Ansor Sulawesi Utara Muliadi Paputungan, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Utara Syamparudin, Ketua Pemuda Agama Khonghucu Indonesia Sulawesi Utara Ferenshia, Ketua Pemuda Katolik Komda Sulawesi Utara A. Koba Kalengkongan, Ketua DPD GAMKI Sulawesi Utara Fransiskus Enoch, Ketua DPP PERADAH Sulawesi Utara Ever Jayadi, Ketua Gemabudhi Provinsi Sulawesi Utara Ghea, serta Ketua Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Sulut Suryanto Muarif. (jim)













